Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang memiliki potensi ekonomi melalui komoditas kopi dengan luas lahan mencapai 50 hektar dan produksi sekitar 75 ton per tahun yang dikelola oleh 250 petani. Potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk biji kopi mentah dengan harga sekitar Rp52.000/kg, sementara melalui proses pengolahan nilainya dapat mencapai sekitar Rp160.000/kg. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan hilirisasi kopi sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain kapasitas SDM, sarana produksi, kelembagaan usaha, dan pemasaran. Sekitar 85% petani belum pernah mengikuti pendampingan pengelolaan kopi, sedangkan 90% petani masih menggunakan metode produksi tradisional dan belum memanfaatkan solar dryer, alat pengering, maupun alat roasting. Di sisi kelembagaan, sekitar 90% usaha masih dijalankan secara individual, belum memiliki legalitas usaha, serta belum memanfaatkan pemasaran digital. Peran BUMDes dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat juga belum optimal, sehingga potensi kopi yang tersedia belum terintegrasi dalam ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Kondisi tersebut menjadi dasar untuk mendorong pengembangan komoditas kopi Desa Lanjan dari sekadar produk pertanian menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Salah satu potensi yang telah dikembangkan adalah “Kopi Sejiwa Lan Java” dengan harga Rp30.000 per kemasan. Produk ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hilirisasi kopi melalui peningkatan kualitas pengolahan, penguatan branding, legalitas usaha, perluasan pemasaran digital, serta pengembangan kemitraan dan kelembagaan usaha masyarakat. Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai jual produk, tetapi juga pada terbentuknya ekosistem usaha yang melibatkan petani, kelompok usaha, dan BUMDes secara aktif. Dengan demikian, Kopi Sejiwa Lan Java dapat berkembang sebagai produk unggulan Desa Lanjan sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal dan membangun desa wirausaha yang berkelanjutan.

0 Komentar